Menanam Pohon Kakao di Desa Kabungolor: Langkah Nyata Membangkitkan Ekonomi Lokal

1784624280374.jpeg
Gambar: Menanam Pohon Kakao di Desa Kabungolor: Langkah Nyata Membangkitkan Ekonomi Lokal dan Kelestarian Lahan ( Latifa ) Sumber: https://kabungolor.lumbishulu.id/

KABUNGOLOR — Suasana pagi di Desa Kabungolor pada Selasa, 13 Januari 2026, tampak berbeda dari biasanya. Puluhan petani bersama aparatur desa dan tokoh masyarakat berkumpul di area perkebunan desa sejak pukul 08.00 WITA untuk melaksanakan aksi penanaman serentak 1.500 bibit pohon kakao unggul. Gerakan ini ditandai sebagai komitmen bersama dalam mengoptimalkan sektor perkebunan dan memulihkan produktivitas tanah warga.

Aksi massal penanaman 1.500 bibit pohon kakao unggul varietas MCC 02.Masyarakat Desa Kabungolor, Pemerintah Desa, Petugas Penyuluh Lapangan (PPL), dan Kelompok Tani "Tani Makmur". Hamparan Perkebunan Kolektif & Lahan Produksi Desa Kabungolor.Selasa, 13 Januari 2026 (Mulai pukul 08.00 WITA).Memanfaatkan potensi lahan produktif, meregenerasi tanaman tua milik warga, serta meningkatkan pendapatan jangka panjang para petani lokal.Diterapkan melalui kerja bakti gotong royong, pembekalan teknis penanaman presisi (3x3meter), dan pemberian pupuk kompos organik.

Varietas Unggul dan Edukasi Teknis Penanaman

Kegiatan yang diinisiasi oleh Pemerintah Desa Kabungolor berkolaborasi dengan Kelompok Tani "Tani Makmur" ini lahir dari kebutuhan mendesak akan peremajaan (replanting) tanaman perkebunan. Banyak tanaman tua milik warga yang selama beberapa tahun terakhir mengalami penurunan hasil panen akibat usia tanaman dan minimnya varietas unggul.

Bibit kakao yang ditanam pada aksi ini merupakan varietas klon MCC 02—sebuah varietas lokal unggulan yang dikenal memiliki daya tahan tinggi terhadap serangan Hama Penggerek Buah Kakao (PBK) serta mampu menghasilkan biji kakao berkualitas ekspor dengan bobot yang optimal.

Sebelum bibit ditancapkan ke liang tanam, Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Dinas Pertanian memberikan bimbingan singkat mengenai tata cara penanaman yang tepat. Penanaman dilakukan dengan pola jarak tanam presisi $3 \times 3$ meter serta pemberian pupuk dasar organik berupa kompos sebanyak 2 kilogram per lubang tanam untuk menjamin nutrisi awal tanaman.

"Menanam kakao hari ini bukan sekadar menaruh bibit di dalam tanah, melainkan menanam investasi masa depan bagi anak cucu kita di Desa Kabungolor. Kami ingin desa ini dikenal kembali sebagai produsen kakao berkualitas unggul," tegas H. Ahmad Dahlan, Kepala Desa Kabungolor.

Dampak Ekonomi dan Komitmen Pemeliharaan

Ketua Kelompok Tani "Tani Makmur", Suryadi, menyatakan bahwa sebanyak 85 petani ikut serta secara aktif dalam aksi lapangan ini. Menurutnya, varietas MCC 02 diproyeksikan sudah mulai belajar berbuah pada usia 18 hingga 24 bulan pasca-penanaman, jauh lebih cepat dibandingkan varietas tradisional.

"Dengan pendampingan berkala yang dijadwalkan setiap bulan oleh tim PPL, kami optimistis tingkat keberhasilan tumbuh bibit ini dapat mencapai lebih dari 95 persen. Ini adalah modal besar untuk mendongkrak perekonomian keluarga para petani di Kabungolor," terang Suryadi di sela-sela penanaman.

Rencana Tindak Lanjut Pasca-Penanaman:

  1. Monitoring & Penyulaman (Februari 2026): Pemeriksaan bibit yang mati untuk segera diganti bibit baru.

  2. Pemupukan Susulan (April 2026): Pemberian nutrisi berkala NPK dan penambahan pupuk kompos.

  3. Pelatihan Pemangkasan Tajuk (Juli 2026): Pelatihan pembentukan tajuk pohon agar berbuah maksimal.

Harapan Masa Depan Desa Kabungolor

Aksi penanaman pohon kakao pada 13 Januari 2026 ini diakhiri dengan pengerjaan pemagaran pelindung bibit muda dan penandatanganan komitmen bersama pemeliharaan tanaman. Langkah terpadu ini diharapkan dapat menginspirasi desa-desa sekitar dalam menggerakkan potensi agraris pedesaan menuju kemandirian ekonomi yang berkelanjutan.

Bagikan post ini: