Mengenang Pemukiman Nenek Moyang Lewat "Kosopon Namahunan": Karya Abadi Yansama dari Kabungolor

1784641248701.jpeg
Gambar: Mengenang Pemukiman Nenek Moyang Lewat "Kosopon Namahunan": Karya Abadi Yansama dari Kabungolor ( Latifa ) Sumber: https://kabungolor.lumbishulu.id/

Judul

Mengenang Pemukiman Nenek Moyang Lewat "Kosopon Namahunan": Karya Abadi Yansama dari Kabungolor

KABUNGOLOR – Musik daerah tidak sekadar berfungsi sebagai sarana hiburan, tetapi juga menjadi media penyimpan memori kolektif dan sejarah suatu komunitas suku bangsa. Salah satu karya audio-visual daerah yang mengabadikan jejak sejarah tersebut adalah lagu berjudul "Kosopon Namahunan" [00:02].

Lagu yang diciptakan pada tahun 2009 oleh Yansama Yompongo (Yansama.Y), seorang seniman asal masyarakat Kabungolor [00:02], mengisahkan keberadaan lokasi pemukiman tua milik nenek moyang pada zaman dahulu yang kini telah lama ditinggalkan [02:28].

Karya lagu daerah berjudul "Kosopon Namahunan" yang mengangkat kisah sejarah pemukiman tua leluhur yang sudah ditinggalkan [00:02].Diciptakan dan dipopulerkan oleh Yansama Yompongo (Yansama.Y), musisi dan putra daerah Kabungolor [00:02], serta dipublikasikan ulang melalui kanal Yosep Yompongo official audio [04:07].Lagu ini diciptakan pada tahun 2009 [00:02].Berakar dari kebudayaan masyarakat Kabungolor dan menceritakan kawasan pemukiman kuno (Pamahunan/Kosopon) di pedalaman aliran sungai [02:28].Diciptakan untuk merawat warisan sejarah lokal, mengenang perjuangan para pendahulu, serta memastikan generasi muda tetap mengenali tanah asal-usul nenek moyang mereka [02:18].Disampaikan melalui lirik berbahasa daerah yang syahdu [00:26], diproduksi dalam album kompilasi GBB Duyan Kabungolor Vol. 1 [04:07], dan didokumentasikan lewat rekaman video penjelajahan alam menyusuri sungai serta hutan bersejarah [00:13].

Dalam syair lagu "Kosopon Namahunan", Yansama membawa pendengar menyusuri kenangan masa lalu tentang tempat tinggal para leluhur (Pamahunan) [00:26]. Pemukiman kuno tersebut dahulunya menjadi pusat kehidupan bermasyarakat sebelum akhirnya para penduduk berpindah dan menetap di lokasi perkampungan modern saat ini [02:18].

Dokumentasi visual lagu ini memperlihatkan lanskap alam yang penuh tantangan, mulai dari lintasan sungai berarus deras hingga rimbunnya hutan belantara tempat para leluhur pernah bermukim [00:13]. Lagu ini juga menjadi bagian terintegrasi dalam album GBB Duyan Kabungolor Vol. 1 bersama beberapa musisi lokal lainnya [04:07].

Melalui karya ini, Yansama berhasil mengabadikan kearifan lokal Kabungolor ke dalam wujud seni yang terus dapat dinikmati lintas generasi.


Informasi Tautan Video


Judul Video: lagu tahun 2009, kosopon namahunan, Yansama yompongo

Kanal YouTube: Yosep Yompongo official audio

Tautan YouTube: https://youtu.be/2vzuu3uZmEc 


Bagikan post ini: